Kilasan S3


Sudah sejak tahun 60-an perantau Solok mengidamkan persatuan. Bahkan para pituo Solok yang ada di kampuang pun mempunyai keinginan dan harapan yang sama. Di berbagai pertemuan perantauan Solok di manapun isu persatuan perantau ini selalu menjadi perbincangan. Akan tetapi ide dan pemikiran menyatukan perantau Solok itu mengambang sejalan dengan bubarnya pertemuan-pertemuan itu.

Sekitar tahun 1996, sebagai cikal bakal dari persatuan Solok perantau ini para pituo Solok diwakili Noer Bahri Pamuncak, Hasan Basri, Sjoerkani, Chaidir Nin Latief menulis sepucuk surat yang isinya memberikan mandate kepada Marwan Paris, Rainal Rais, Firdaus Oemar Dt. Marajo dan Muchlis Listo, untuk mengujudkan terbentuknya persatuan urang Minang asal Solok di perantauan.

Berdasarkan mandate itu, dilaksanakanlah pertemuan awal di Hotel Regent, Jakarta, untuk membahas berbagai kemungkinan dan langkah-langkah praktis untuk pembentukan persatuan tersebut. Dari pertemuan awal itu diputuskan untuk melaksanakan acara Musyawarah Besar (MUBES) I para perantau Solok di Jakarta. Acara itu akhirnya dilaksanakan di Perpustakaan Nasional Jakarta pada tahun 2004. Di sinilah dideklarasikan organisasi perantau Solok yang dinamakan Solok Saiyo Sakato (S3) Jakarta dsk.

Mubes ini dihadiri oleh Wagub Sumatera Barat, Prof. Dr Ir Fachri Ahmad, MSc, Bupati Solok Gamawan Fauzi, SH., MM dan Walikota Solok Drs Yumler Lahar. Hadir dalam Mubes Zulkarnain Daulat Yang Dipertuan Besar Bagindo Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah. Paguyuban ini mencakup keseluruhan wilayah Solok yang tidak dibatasi oleh administrasi pemerintahan, waktu itu masih dua wilayah yaitu Kota Solok dan Kabupaten Solok. Semangat ini masih tertanam sampai sekarang. Kalau kita bicara Solok Saiyo Sakato maka kita bicara tentang Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Jadi semangatnya adalah adat dan budaya.

Dengan berhasilnya dilaksanakan Mubes tersebut, secara de facto S3 Jakarta sudah dimaksudkan sebagai S3 Nasional meskipun secara de jure di Anggaran Dasarnya belum menjadi S3 (pusat) Nasional, melainkan S3 Jakarta dsk.

Hadirnya S3 Jakarta dsk pada 2004 itu disusul pula terbentuknya organisasi perantau Solok di berbagai propinsi lainnya. Sehingga terbentuk pula S3 Padang, S3 Palembang, S3 Lubuk Linggau, S3 Batam, S3 Jogja dan organisasi perantau Solok lainnya meski tidak bernama Solok Saiyo Sakato seperti Solok Sepakat di Bandung.

Perjalanan dari S3 Jakarta dsk sejak berdirinya sudah melakukan berbagai aktivitas baik bersama dengan organisasi perantau Minang lainnya, maupun secara sendiri. Termasuk aktif mengorganisasi bantuan untuk bencana alam yang menimpa orang Minang khususnya Solok di manapun berada.

Untuk kampung halaman, S3 Jakarta dan sekitarnya bersama dengan LKAAM Kabupaten Solok dan Pemerintahan Kabupaten Solok mengadakan “Mubes Masyarakat Solok” yang diadakan di Gedung Solok Nan Indah, Koto Baru. Mubes ini berlangsung selama dua hari, 18 dan 19 Januari 2005 di Koto Baru Solok, dihadiri oleh Ninik Mamak dan wakil-wakil masyarakat dari Kota Solok, Kabupaten Solok termasuk Solok Selatan yang waktu itu belum berpisah menjadi Kabupaten Solok Selatan. Hasil Mubes ini melahirkan sebuah ”Deklarasi Koto Baru, Solok, 2005”.

 

Buku Kilas Balik Solok Saiyo Sakato Kota Dumai

KATA PENGANTAR
Dengan berubahnya berbagai kondisi di Negeri ini,  maka  secara otomatis akan berubah pula pola  pendekatan sosial pada seluruh anggota masyarakat yang berbilang suku dan kesatuan serta kelompok. Pola yang selama ini  lebih bertitik berat pada sosial kemasyarakatan , seperti kematian, pesta perkawinan, ta’ziah dan lain sebagainya. Dalam Era Globalisasi reformasi sekarang  ini Pengurus-pengurus Lembaga Sosial Masyarakat (LSM ) dituntut untuk dapat berperan ganda sebagai tokoh/ pemimpin ( Sosial,Pendidikan, Hukum dan Ekonomi ) yang akan  mempunyai  nilai tambah  dan perlindungan secara menyeluruh bagi segala aspek kehidupan  seluruh anggota yang dipimpinnya, tanpa adanya suatu keuntungan yang diharapkan oleh seorang anggota dalam persatuan dan kesatuan tidak mungkin mereka akan taat dan patuh pada pimpinan/ketuanya. Untuk itu perlu adanya perubahan pola fikir yang mengglobalisasi  dalam kepengurusan S3 yang dikukuhkan oleh  Dewan Pimpinan Pusat Solok Saiyo Sakato Nasional

Setelah kita menyadari realita kehidupan saat ini maka jalan keluarnya adalah kebersamaan, kebersamaan  macam apa yang hendak  kita bangun ?
Maka bagi warga  Solok Saiyo Sakato diKota Dumai telah dibangun  kebersamaan antar kelompok, dalam suatu wadah yang dikenal dengan nama  DPC Solok Saiyo Sakato yang  bersatu/bernaung  dalam payung  DPP Solok Saiyo Sakato Nasional dan IKMR Kota Dumai.

S3 Kota Dumai kedepan akan berupaya mengayomi warga  Solok Saiyo Sakato untuk dapat hidup saling berdampingan, berinteraksi satu sama lainnya, saling tahu dan kenal, kenal dan bersaudara sesama warga dsb. sehingga terciptalah kerukunan yang harmonis dalam segala aspek kehidupan Sosial, Ekonomi, Pendidikan, Jasa, Hukum dan HAM  menuju  Dumai yang aman, tertib dan damai dengan Thema : “ Kita Rajut Sukses Hari Esok dengan Tali Silaturrahmi SAIYO  SAKATO MAMBANGUN RANTAU JO NAGARI  “

III.    VISI  DAN  MISI  S3
Komitmen DPC S3 Kota Dumai  dengan pengurus  yang baru dikukuhkan, yakni tanpa memandang  suku, kelompok dan  nagari, senantiasa mendukung terciptanya situasi warga Solok Saiyo Sakato yang harmonis  dan kondusif, kita rajut sukses hari esok dengan tali silaturrahmi ( VISI ), melalui jalinan kerjasama yang baik antar kelompok-kelompok di Dumai ini, hidup rukun dan damai, saling menghormati, berperan aktif dalam membina kerukunan warga dalam segala  lini kehidupan meneguhkan kepribadian Minang dengan membangunan Dumai kedepan serta tanggap dan  arif  terhadap konflik antar warga/antar suku di Kota Dumai.  juga mendukung tindakan-tindakan tegas sesuai prosedur hukumdari para aparat Kepolisian dalam menindak warga masyarakat yang menggangu Kamtibmas Kota Dumai seperti pencabulan, pencurian, perampokan, penodongan, pemerasan dan perbuatan-perbuatan lainnya yang meresahkan kehidupan masyarakat Kota Dumai ( MISI ).
Akhirnya semua gerak langkah  DPC S3  kini  dan yang  akan datang  sesuai dengan Anggaran Dasar ( AD ) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), yang telah diterima  bersama dalam musyawarah para utusan kelompok  di Kota Dumai

I.    LATAR BELAKANG

Sudah sejak tahun 60-an perantau Solok mengidamkan persatuan. Bahkan para pituo Solok yang ada di kampuang pun mempunyai keinginan dan harapan yang sama. Di berbagai pertemuan perantauan Solok di manapun isu persatuan perantau ini selalu menjadi perbincangan. Akan tetapi ide dan pemikiran menyatukan perantau Solok itu mengambang sejalan dengan bubarnya pertemuan-pertemuan itu.
Sekitar tahun 1996, sebagai cikal bakal dari persatuan Solok perantau ini para pituo Solok diwakili Noer Bahri Pamuncak, Hasan Basri, Sjoerkani, Chaidir Nin Latief menulis sepucuk surat yang isinya memberikan mandate kepada Marwan Paris, Rainal Rais, Firdaus Oemar Dt. Marajo dan Muchlis Listo, untuk mengujudkan terbentuknya persatuan urang Minang asal Solok di perantauan.
Berdasarkan mandate itu, dilaksanakanlah pertemuan awal di Hotel Regent, Jakarta, untuk membahas berbagai kemungkinan dan langkah-langkah praktis untuk pembentukan persatuan tersebut. Dari pertemuan awal itu diputuskan untuk melaksanakan acara Musyawarah Besar (MUBES) I para perantau Solok di Jakarta. Acara itu akhirnya dilaksanakan di Perpustakaan Nasional Jakarta pada tahun 2004. Di sinilah dideklarasikan organisasi perantau Solok yang dinamakan Solok Saiyo Sakato (S3) Jakarta dsk.
Mubes ini dihadiri oleh Wagub Sumatera Barat, Prof. Dr Ir Fachri Ahmad, MSc, Bupati Solok Gamawan Fauzi, SH., MM dan Walikota Solok Drs Yumler Lahar. Hadir dalam Mubes Zulkarnain Daulat Yang Dipertuan Besar Bagindo Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah. Paguyuban ini mencakup keseluruhan wilayah Solok yang tidak dibatasi oleh administrasi pemerintahan, waktu itu masih dua wilayah yaitu Kota Solok dan Kabupaten Solok. Semangat ini masih tertanam sampai sekarang. Kalau kita bicara Solok Saiyo Sakato maka kita bicara tentang Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Jadi semangatnya adalah adat dan budaya.
Dengan berhasilnya dilaksanakan Mubes tersebut, secara de facto S3 Jakarta sudah dimaksudkan sebagai S3 Nasional meskipun secara de jure di Anggaran Dasarnya belum menjadi S3 (pusat) Nasional, melainkan S3 Jakarta dsk.

Hadirnya S3 Jakarta dsk pada 2004 itu disusul pula terbentuknya organisasi perantau Solok di berbagai propinsi lainnya. Sehingga terbentuk pula S3 Padang, S3 Palembang, S3 Lubuk Linggau, S3 Batam, S3 Jogja dan organisasi perantau Solok lainnya meski tidak bernama Solok Saiyo Sakato seperti Solok Sepakat di Bandung  dan IKKS di Dumai.

Perjalanan dari S3 Jakarta dsk sejak berdirinya sudah melakukan berbagai aktivitas baik bersama dengan organisasi perantau Minang lainnya, maupun secara sendiri. Termasuk aktif mengorganisasi bantuan untuk bencana alam yang menimpa orang Minang khususnya Solok di manapun berada.

Untuk kampung halaman, S3 Jakarta dan sekitarnya bersama dengan LKAAM Kabupaten Solok dan Pemerintahan Kabupaten Solok mengadakan “Mubes Masyarakat Solok” yang diadakan di Gedung Solok Nan Indah, Koto Baru. Mubes ini berlangsung selama dua hari, 18 dan 19 Januari 2005 di Koto Baru Solok, dihadiri oleh Ninik Mamak dan wakil-wakil masyarakat dari Kota Solok, Kabupaten Solok termasuk Solok Selatan yang waktu itu belum berpisah menjadi Kabupaten Solok Selatan. Hasil Mubes ini melahirkan sebuah ”Deklarasi Koto Baru, Solok, 2005”.

Dengan berakhirnya Masa Bhakti Pengurus IKKS  2005-2010 maka diambil kata mufakat dalam Pembentukan Panitia Penyelenggara Musyawarah untuk bersepakat melaksanakan transisi dari nama Ikatan Keluarga Kabupaten Solok
dan bergabung dibawah panji  S3 Nasional  yang berpusat di Jakarta, untuk itu  dibentuk Panitia Muscab Perdana S3 Kota Dumai .

Alhamdulillah akhirnya pada hari Ahad 17 Oktober 2010 maka terlaksanalah Musyawarah Cabang Perdana Solok Saiyo Sakato (S3) Kota Dumai yang bertempat di kediaman  Bpk.H.Muchsis Dt.Tankayo sebagai Ketua Dewan Penasehat IKKS Kota Dumai, beliau termasuk salah seorang Pendiri dari perkumpulan warga Kab.Solok yang bernama Ikatan Keluarga Kabupaten Solok ( IKKS ) pada 15 Maret 1973 yang silam.Pada Muscab Perdana ini Peserta dari IK-IK berjumlah 10 utusan   IK atau kelompok

1.     PWKOS ( Persatuan Warga Kota Solok )
2.     DPC SAS Dumai  ( Dewan Pimpinan Cabang Sulit Air Sepakat Kota Dumai )
3.     KWARTAB ( Kerukunan Warga Tanjung Balit )
4.     IKTAS ( Ikatan Keluarga Talang Sekitarnya )
5.     IKC  ( Ikatan Keluarga Cupak )
6.     IKASMA ( Ikatan Keluarga Alahan, Surian, Muara Labuah )
7.     IKKOS ( Ikatan Keluarga Koto Sani )
8.     KWKS  ( Kerukunan Warga Kinari Sekitarnya )
9.     IKLS ( Ikatan Keluarga  Lembang Jaya Sekitarnya)
10.   IKKa ( Ikatan Keluarga Kacang )

dengan 20 orang peserta dan 10 orang peninjau serta para undangan para dewan penasihat, ninik mamak, cadiak  pan dai, alim ulama, para tokoh agama dan adat serta Bundokanduang dan urang sumando. Muscab Perdana  S3 Kota Dumai  yang diawali Registrasi Peserta Muscab Perdana  dan dilanjutkan dengan Sidang  Pembukaan Pleno I.
Sidang lansung dipimpin oleh sdr.Drs.Dian Dini dan sekretaris Zulkarnain Anwar, Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus IKKS yang disampaikan oleh  Ketuanya Drs. Supardi Periode 2005-2010 dengan suara bulat diterima dan disetujui oleh peserta sidang Pleno Muscab Perdana  S3 Kota Dumai.
Musyawarah Cabang Perdana S3 Kota Dumai tersebut berjalan dengan lancar dan tertib sebagaimana yang diharapkan, dalam musyawarah kali ini  Panitia Pelaksana mempersiapkan beberapa materi dari DPP S3 antara lain Anggaran Dasar dan AAnggaran Rumah Tangga S3 dan Planning Program Kerja Pengurus DPC S3 Periode 2011-2015, dalam pemilihan pengurus secara Formatur  suara terbanyak  diperoleh oleh Bpk. Oktal, BA. dari utusan kelompok PWKOS Kota Solok, dan pada rapat tim formatur maka terbentuklah susunan kepengurusan DPC S3 Periode 2011-2015 dengan Ketua Oktal,BA. dari utusan kelompok PWKOS Kota Solok yang yang juga sebagai  Ketua PWKOS sehari-harinya berprofesi sebagai guru dengan jabatan Kepala Sekolah SMP Budi Dharma  yang beralamat di Jalan Belimbing Gang Pundang No.5 Rimba Sekampung Dumai Barat, Wakil Ketua I Budi Andrian Saputra dari utusan kelompok Kwartab ( Tanjung Balik ) yang sehari-harinya berwiraswasta  dengan Toko ATK dan Foto Copy “Budi Jaya” yang juga sebagai Ketua KWARTAB  beralamat di Jl.Prof.M.Yamin, SH. Wakil Ketua II Amrizal dari utusan IKLS (Lembang Jaya) yang juga sebagai Ketua IKLS sehari-harinya juga berwiraswasta yang bertempat tinggal di Jl.Mangga Dumai Barat,  Wakil Ketua III  H.Helmen dari utusan IKKa ( Kacang )  yang sehari-harinya sebagai Pengusaha Taylor ( Penjahit Asuka ) yang beralamat di Jl. Jenderal Sudirman depan Bank Mandiri Dumai Timur,  Wakil Ketua IV Drs. Dian Dini dari utusan KWKS ( Kinari ) yang juga  sebagai Ketua KWKS yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru SMKN 1 Purnama  Dumai Barat yang beralamat di Jl.Nelayan Laut No.7 Dumai Barat,  Sekretaris dijabat oleh sdr. Yosfider Gumanti Malin Pono dari utusan IKASMA (Kelompok Gabungan Alahan Panjang, Surian dan Muaro Labuh )   sehari-harinya berwiraswasta  usaha Servis Kulkas,AC, Mesin cuci dengan nama usaha Rian Jaya Teknik  beralamat Jl. Prof.M.Yamin,SH.. No. 99 Dumai Barat, dan Sekretaris I Iskandar Zulkarnain  yang berprofesi sebagai Tim Layout di Harian Vokal yang juga sebagai  Ketua DPC IPPSA Kota Dumai yang beralamat Jl.Nangka No.2 ( aneka Sablon )  Dumai Barat dan Sekretaris II  H.Heriyanto RM juga sbg Ketua IKKO Ssehari-harinya berwiraswasta  usaha Servis Kulkas,AC, Mesin cuci di Jl. Kamboja, Bendahara dipegang oleh Ibu Azmiati Aziz, BA.yang juga sebagai Ketua IKCupak dan  kesehariannya sebagai PNS  Sekretaris di Kantor Perpustakaan dan Arsip Data Elektronik ( PADE ) Pemko Dumai  yang berdomisili di Jl.Sidorejo Gg.Muria No. 4/22 Telp. 0765-33660 dan wakil Bendahara Redison yang sehari harinya sbg Karyawan disuatu Perusahaan yang bertempat tinggal di BTN Bukit Timah,  70 % dari kepengurusan DPC S3 Kota Dumai  Periode 2011-2015  ini adalah wajah-wajah baru  yang mempunyai dedikasi tinggi dan semangat yang pantang menyerah, insya Allah.
DPC S3 Kota Dumai ini didukung oleh unsur IK kelompok dan Kanagarian dan secara Vertikal dipayungi oleh Dewan Pimpinan Pusat  Solok Saiyo Sakato( DPP S3 ) dan IKMR Kota Dumai , karena sebelumnya yakni tepatnya pada tanggal 15 Maret 1973 para  pemuka kelompok warga masyarakat kabupaten Solok telah bersepakat dan bertekad untuk bersatu dalam wadah IKKS dengan Setia (loyal )  teguh hati, merasa senasib dan menyatu dalam lingkungan kekerabatan. Sifat ini menjadi sumber dari lahirnya sifat setia kawan, cinta kampung halaman, cinta

III.    VISI  DAN  MISI  S3
Komitmen DPC S3 Kota Dumai  dengan pengurus  yang baru dikukuhkan, yakni tanpa memandang  suku, kelompok dan  nagari, senantiasa mendukung terciptanya situasi warga Solok Saiyo Sakato yang harmonis  dan kondusif, kita rajut sukses hari esok dengan tali silaturrahmi ( VISI ), melalui jalinan kerjasama yang baik antar kelompok-kelompok di Dumai ini, hidup rukun dan damai, saling menghormati, berperan aktif dalam membina kerukunan warga dalam segala  lini kehidupan meneguhkan kepribadian Minang dengan membangunan Dumai kedepan serta tanggap dan  arif  terhadap konflik antar warga/antar suku di Kota Dumai.  juga mendukung tindakan-tindakan tegas sesuai prosedur hukumdari para aparat Kepolisian dalam menindak warga masyarakat yang menggangu Kamtibmas Kota Dumai seperti pencabulan, pencurian, perampokan, penodongan, pemerasan dan perbuatan-perbuatan lainnya yang meresahkan kehidupan masyarakat Kota Dumai ( MISI ).
Akhirnya semua gerak langkah  DPC S3  kini  dan yang  akan datang  sesuai dengan Anggaran Dasar ( AD ) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), yang telah diterima  bersama dalam musyawarah para utusan kelompok  di Kota Dumai.

Dan Visi kedepan dalam memimpin S3 :  mewujudkan warga solok saiyo sakato yang  ” BERCAHAYA ”  yaitu warga solok yang BERIMAN, CERDAS, HANDAL, DAN BERBUDAYA

IV.  PERAN  S3 Kota Dumai kedepan
Alhamdulillah, dengan transisi IKKS ke S3 pada saat ini Pengurus S3 telah dapat menerima berupa aset sebidang Tanah Pemakaman yang luasnya 0.8 Hekatar dengan ukuran 40 m x 200 m yang berlokasi  diKelurahan Mekar Sari Bukit Timah Kec. Dumai Barat  yang dibeli dari dana sumbangan infaq warga dan bantuan dari berbagai pihak yang tidak mengikat dan sebahagiannya dihibahkan oleh pemilik tanah tersebut yang akan dijadikan sebagai rumah masa depan bagi warga S3.
Dengan adanya Visi dan Misi, S3 kedepan akan dapat berperan dalam mempersatukan dan mengakomodir kepentingan dan keinginan dari warga dan kelompok dengan menggali dan menyatukan potensi-potensi yang ada dalam keluarga besar Solok Saiyo Sakato, dimana selama ini warga yang potensial  tersebut  tak pernah dikondisikan oleh pengurus secara proaktiv, kehadiran mereka seolah-olah ibarat barang antik yang harganya mahal tapi tak dapat dimanfaatkan, kadang warga saling tahu dengan mereka sesama urang awak( Solok ) tapi warga tidak saling mengenal latar belakang, profesi, pekerjaan, usaha , nagarinya/kelompok dan suku kecilnya, ini menandakan lemahnya tali silaturrahmi yang dimiliki oleh setiap kita dalam bertemu, berkumpul dalam acara-acara yang dilaksanakan seperti arisan, wirid pengajian baik kaum bapak maupun kaum ibunya, dalam pelaksanaan acara warga sering hanya terfokus pada materilnya bukan pada morilnya (silaturrahmi ).

Untuk kedepan dalam melaksanakan acara apapun bentuknya marilah kita utamakan silaturrahminya terlebih dahulu dengan pola Berkumpul Bertemu untuk Berkenalan, Berkenalan Badunsanak, jika diantara kita telah dapat mengenal lebih dekat sesama kita insya Allah akan tumbuh sifat kasih  sayang, senasib sepenanggungan, sahino samalu, tenggang raso dan setia kawan.
Jadi  peran S3 kedepan bukanlah pada pengurusnya saja tapi seluruh warga berupaya berperanserta untuk menumbuh kembangkan pola silaturrahmi, bertanya, menyiasat/manyigi dengan saling memperkenalkan nama, umur, suku, nagari, usaha atau profesi/pekerjaan, tempat tinggal atau asal usul garis keturunan dikampung halaman, kadangkala setelah kita saling berkomunikasi ternyata kita mempunyai hubungan tali darah atau hubungan kekerabatan babako babaki dll.
Apapun program yang akan kita laksanakan tanpa adanya dukungan dari setiap warga dan kelompok mustahil akan dapat kita realisasikan jika warga  sendiri belum mau berupaya untuk merajut sukses hari esok  dengan tali silaturrahmi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: