Assalamu’alaikum wr.wb.

Kita sebagai makhluk Allah yang hidup dipermukaan bumi ini yang datang dan pergi silih berganti, ada yang lahir dan wafat, ada yang kaya dan misikin, kita mempunyai latar belakang status dan karakter yang berbeda satu dengan yang lainnya, tanpa ada perbedaan mustahil kita akan dapat hidup membentuk suatu komunitas yang harmonis dan romantis, jika diantara kita laki-laki saja semuanya siapa yang akan dapat melahirkan anak keturunan kita, begitu juga kalau semuanya perempuan saja bagaimana pula ia akan dapat hamil untuk melahirkan anak, dan begitupula dengan status ekonomi jika semua kita jadi orang kaya siapa pula yang akan dapat menolong kita dalam menyelesaikan pekerjaan yang perlu membutuhkan pegawai, pekerja, karyawan atau pembantu rumah tangga, karena mereka semuanya sudah jadi orang kaya semua, begitu juga sebaliknya kalau semuanya jadi orang miskin, siapa pula yang akan dapat menjadi Bos atau majikan untuk melaksanakan usaha.

Dalam kehidupan kita sehari-hari ditengah masyarakat yang mejemuk, baik yang berbilang suku, bangsa, status, karakter, tabiat serta berbagai bidang usaha dan profesi yang digeluti sepanjang hari dari kehidupan untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dan primer buat diri dan keluarga, disamping kehidupan mencari nafkah ekonomi untuk keluarga kita tidak terlepas dari kehidupan sosial bermasyarakat, tanpa kehidupan bersosial dengan warga lingkungan mustahil kita akan dapat hidup secara rukun, damai dan harmonis, karena didalam kehidupan kita ini pasti akan menemui hal-hal yang memerlukan kebersamaan yang saling tolong menolong, bantu membantu yang tak dapat kita laksanakan seorang atau sekeluarga saja, sebagai contoh jika ada  diantara salah seorang anggota keluarga yang ditimpa sakit parah atau wafat dapatkah kita menyelesaikannya sendiri saja?, pasti kita butuh bantuan dan pertolong pihak lain untuk menyelenggarakannya. jadi didalam kehidupan ini sewaktu sehat, kaya, kita seolah tidak akan merasa sakit, tidak akan merasa miskin dan kadang kita tidak akan pernah merasa ada kematian dalam keluarga ini. sewaktu kita sehat  jarang kita berfikir untuk sakit datang kepada kita, ada teman.saudara, tetangga dan orang sekampung yang wafat kadang kita acuh saja seolah-olah kita tak akan menemui musibah malapetaka seperti mereka tersebut.

Jika Sifat dan tabiat atau sifat acuh tak acuh tersebut kita amalkan dalam kehidupan bermasyarakat, bersosial, maka tunggulah orang disekitar dan lingkungan kita berada juga akan bersikap yang sama terhadap kita, malah kita akan dikucilkan oleh lingkungan dimana kita berdomisili, dikala orang lain mendapat musibah kita beralasan dengan penuh kesibukan dan kerja, sebaliknya bagaimana pula seandainya kita yang tertimpa musibah orang juga akan dapat beralsan yang sama dengan kita, jadi dalam kehidupan bersosial ini marilah kita luangkan sedikit waktu untuk bersilaturrahmi dan kita keluarkan sedikit uang untuk infaq/iuran kebersamaan dalam suatu Ikatan atau Komunitas sosial lingkungan dimana kita bertempat tinggal yang gunanya untuk kepentingan sosial kita bersama juga, suatu ikatan atau komunitas sosial tidak akan bergerak dan berjalan jika anggotanya tidak mau untuk berkorban baik waktu maupun materi, dalam mengeluarkan sedikit infaq untuk keperluan kita bersama, jangan nilai santunnannya yang kita utamakan terlebih dahulu, utamakanlah nilai bantuan moralnya yang akan kita terima, berapa besarpun nilai santunan yang kita terima jika secara moral orang tidak hadir pada kemalangan atau acara pesta yang kita laksanakan ini akan merupakan suatu tamparan sanksi sosial pada diri dan keluarga kita, dalam bergabung dikomunitas sosial ini jangan yang kita perhitungkan materi/uangnya saja tapi marilah yang kita harapkan kehadiran dari lapisan masyarakat sosial  baik lingkungan, RT, kelurahan atau persatuan dari daerah kita masing-masing.

Kita  sebagai warga Solok yang menamakan persatuannya dengan Solok Saiyo Sakato adalah satu kesatuan dari 2 kabupaten dan satu Kota yang telah dimekarkan menjadi 3 wilayah oleh pemerintah propinsi dan pusat, namun untuk diperantauan kita tetap dalam satu kesatuan wadah solok saiyo sakato (S3) yang merupakan wujud kebersamaan warga solok nan saciok bak ayam sadonciang bak bosi, barek samo dipikua kok ringan samo kito jinjiang, falsafah inilah yang merupakan suatu bentuk kerjasama sesama warga dalam komunitas sosial yang hidup saling berdampingan, bahu membahu dalam memikul tanggung jawab baik moral maupun materil yang diperlukan untuk kebersamaan sanasib sapananggungan yang hidup dirantau bak kato papatah minang : KOK TATALANTANG SAMO MAKAN ANGIN, KOK TATALUNGKUIK SAMO MAKAN TANAH, KOK KABUKIK SAMO MANDAKI KA LURAH SAMO KITO TURUNI,

Dalam rangka mensosialisasikan kembali komunitas Sosial Kematian yang telah pernah kita laksanakan pada Ikatan Keluarga kabupaten Solok ( IKKS ) pada periode yang lalu, mari kembali kita lanjutkan untuk mensukseskan program kerja DPC solok saiyo sakato kota Dumai, dalam program kerja kesatuan sosial kita ini adalah mengakomodir IK-IK untuk bersama-sama membentuk komunitas sosial kematian warga S3 dimana pelaksanaannya setiap KK yang ada dimasing-masing IK dapat mendaftarkan diri dan bergabung dalam IKnya, setiap KK diwajibkan membayar Iuran Wajib Tahunan ( IWT ) sebesar Rp.36.000 ( Tiga Puluh enam ribu rupiah ) per tahun untuk satu tahun takwim. dalam pembayaran kewajiban tentu agt Sosial Kematian Warga S3 ( SKWS3) mempunyai hak antara lain : Menerima berupa santunan

(1) Bagi anggota Dewasa menerima Santunan sejumlah  Rp. 700.000 (    Tujuh ratus ribu rupiah )  dan bagi anak-anak umur 10    th kebawah Rp. 500.000 (Lima ratus ribu rupiah )

(2) Anggota mendapat santunan adalah anggota keluarga yang terdaftar sebagai tanggungan kepala keluarga atau berdasar kan daftar Kartu Keluarga yang diserahkan pada Koordinator Sosial DPC S3 Kota Dumai

(3) Masa berlaku pertanggungan santunan hanya untuk pembayaran 1 Tahun Takwim saja yakni 1 Januari s/d 31 Desember setiap tahunnya,  jika tahun berikutnya anggota tidak melanjutkan pembayaran Iuran Wajib Tahunannya maka pertanggungan santunan tidak dapat  diberikan lagi.

(4) Santunan yang diberikan  untuk wafat diluar kota Dumai hanya KK,Isteri dan anak, selain dari itu walaupun terdaftar dlm KK santunan tidak di berikan, jika ayah, ibu dan mertua wafat dirumah kita dapat santunan.

SANKSI BAGI  ANGGOTA :
Batas Toleransi Sosial hanya 3 bulan dana santunan 100%, jika telah masuk bulan keempat penunggakkan baik oleh IKnya maupun oleh anggota IK, dana sosial diberikan hanya 50 % dari jumlah haknya, jika telah masuk bulan ke 5, maka haknya gugur sama sekali.
Motto : Siapa yang menanam ia akan menuai, yang menanam pun belum tentu menuai, apalagi jika tidak menanam samasekali.

Demikianlah antara Kewajiban dan Hak anggota SKWS3 kota Dumai yang telah disepakati berdasarkan Rapat pengurus DPC S3 dan IK-IK Selasa 15 Maret 2011 bertempat dirumah Ketua DPC S3 Kota Dumai Bpk.Oktal,BA.

Pada kepengurusan DPC S3 saat ini setelah berjalan satu tahun agak terjadi penurunan jumlah anggota SKWS3 yang mengikuti dan membayar IWT pada IK-IK nya, setelah pengurus DPC S3 Kota Dumai mengadakan Rapat Koordinasi & Kerja Evaluasi Program kerja  pada Jum’at, 24 Februari 2012 dirumah Ketua Dewan Penasehat DPC S3 kota Dumai Bpk.Drs. Supardi  Jl. Tengku Akbar Dumai.

Laporan dari masing-masing IK  yang disampaikan oleh ketua IKnya masing-masing memberikan alasan yang berbeda-beda dan mempunyai alibinya masing-masing tentang kurang berminatnya warga dalam mengikuti sosial kematian warga S3 kota Dumai. namun hal ini sebenarnya tak perlu terjadi karena sosial kematian ini adalah kebutuhan setiap keluarga kita warga solok, dengan kita mengikuti SKWS3 berarti kita telah dapat bersama-sama secara moral mengangkat nama kesatuan kita ditengah sosial masyarakat minang pada khususnya masyarakat Dumai pada umumnya, kita akan terlihat secara kebersamaan yang kompak saciok nan bak ayam sadonciang nan bak bosi, borek samo dipikua kok ringan samo kito jinjiang.

Kembali pengurus DPC S3 melalui IK-IK menghimbau seluruh warga Solok untuk dapat saiyo sakato untuk mensukseskan program kerja sosial ini, agar nama kesatuan kita ini sesuai dengan wujudnya sebenarnya SOLOK SAIYO SAKATO.

Wasslam dari admin s3 dumai

Iklan
Oleh: admin S3 dumai | Januari 7, 2011

Rekomendasi Muscab

Rekomendasi Muscab Perdana S3 Kota Dumai

1.Menghimbau segala lapisan masyarakat (tokoh/pemuka masyarakat, ulama, pemuka adat,  budyawan, cendikiawan, dan lainnya ), terutama warga Solok Saiyo Sakato untuk bekerja sama menjaga, memelihara, membentengi aqidah rumah tangga umat Islam melalui   pendidikan yang beridentik Islam sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh kebudayaan  luar yang cenderung merusak moral, etika dan norma-norma agama.

2.Menghimbau segala lapisan masyarakat (tokoh/pemuka masyarakat, ulama, pemuka  adat,  budyawan,cendikiawan,  dan lainnya ), terutama warga Solok Saiyo Sakato, untuk berfikir dan bertindak secara cerdas dan rasional dalam menyikapi segala situasi yang  berkembang  pada  era otonomi daerah dan demokrasi yang membuka banyak ruang dan kesempatan untuk mengambil peran yang sesuai dengan profesi, posisi dan jabatan serta perannya dalam masyarakat  dan pemerintahan.

3.Menghimbau kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kota Dumai, untuk mengedepankan hati nurani dalam menyuarakan aspirasi rakyat yang diwakilinya untuk membela kepentingan rakyat dalam keterkaitan dengan hubungan fungsi,  tugas dan perannya sebagai eksekutif dan yudikatif.

4. Menghimbau Pemerintah Kota Dumai, Instansi terkait, BUMD maupun Perusahaan  Swasta untuk tidak diskrimi natif, melainkan memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat sebagai Pegawai dan tenaga kerja yang memiliki kapasitas dan  Kompetensi dalam rekruitmen, promosi, menduduki jabatan strategis dibirokrasi, institusi pendidikan( Pendidikan dasar sampai perguruan tinggi ) dan lainnya, tanpa memandang suku/etnis.

5.Mendesak kepada penegak hukum menjalankan tugas, fungsi dan kewenanganya secara konsisten untuk memerangi penyakit masyarakat seperti judi, prostitusi, narkoba,  melepaskan diri dari tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme ( KKN ) yang melemahkan supremasi hukum yang berkeadilan dan penegakkan hak Azazi manusia (HAM) yang   humanitis.

6.Menghimbau Pemerintah Kota Dumai, untuk memberikan kesempatan dan peluang yang sama kepada masyarakat Riau Dumai suku Minang  dan warg a Solok Saiyo Sakato  (S3) agar dapat berpartisipasi aktif menggerakkan roda sosial ekonomi guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Dumai Riau melalui berbagai kegiatan usaha ekonomi seperti perdagangan, industri, koperasi, usaha dan jasa-jasa bisnis lainnya yang legal.

Musyawarah Cabang S3 Kota Dumai 17 Oktober 2010

Oleh: admin S3 dumai | Januari 7, 2011

Perkenalkan Logo S3

 

 

 

DPP Solok Saiyo Sakato telah memiliki Logo seperti yang dapat disaksikan di blog ini. Logo tersebut melambangkan tiga daerah tingkat II yang tergabung di S3, Tigo Tungku Sajarangan dan Tigo Tali Sapilin di Minangkabau.
Logo ini merupakan sumbangan pemikiran dari S3 Jogyakarta. Segenap pengurus dan Presedium S3 pusat mengaturkan terimakasih kepada S3 Jogyakarta atas sumbangan pemikiran ini.

Oleh: admin S3 dumai | Januari 5, 2011

Hello S3!

Selamat datang di Website S3, semoga anda dapat memberikan respon terhadap keberadaan Weblog S3 Kota Dumai  ini beserata kritikan membangun S3 kedepan. Tanpa anda dan warga S3 weblog S3 Kota Dumai ini tidak ada artinya, kami dari seluruh jajaran Pengurus tidak akan bosan-bosannya menerima masukan dari seluruh anggota dan warga S3 Kota Dumai.

admin S3 Kota Dumai.

Kategori